Air Mata Keinsafan
11:43 PM | Author: ARUL FIKRI



Kenapakah begitu susah untuk aku mengubah diri ini agar menjadi insan berguna pada mata Ilahi?
Kenapa begitu sukar diri ini untuk menerima segala kebenaran yang diajarkan padaku? Begitu hitamkah hatiku ini?
Begitu menggunungkah dosa diri ini?
Layakkah aku untuk meminta ampunan-Mu, ya Allah?
Masih adakah ruang untuk hidayah-Mu bertapak dalam ruangan hati hitam ini, ya Allah? Kenapa begitu susah diri ini untuk mengalirkan air mata apabila disebut nama yang Maha Esa?
Kenapa begitu berat air mata ini untuk mengalir mendengar nama Rasulullah s.a.w.? Kenapa begitu jauh diri ini jika dibanding dengan para pejuang Islam yang lain?


Aku jua muslim yang sama-sama ingin melihat kebangkitan Islam
Aku jua muslim yang bersama-sama melawan arus jahiliyah
Tapi diri ini tetap kurasakan masih sungguh jauh untuk menghampiri gerbang surga-Mu, ya Allah Tapi aku tidak sanggup dengan siksaan api neraka-Mu
Ya Allah, Hinanya diriku ini,
ya Allah Kotornya diriku ini,
ya Allah Jijiknya diriku ini,
ya Allah Berilah hidayah padaku,
ya Allah Janganlah Kau tinggalkan aku walau sesaat
Pimpinlah aku dalam setiap detik perbuatanku
Aku tidak sanggup jika Kau berpaling dari memandang diri ini
Tidak sanggup, ya Allah Segala-galanya aku berserah pada-Mu
Aku tidak apat membayangkan diriku tanpa pimpinan-Mu,
ya Allah Aku tidak sanggup menjadi sehina-hina manusia pada pandangan-Mu


Astaghfirullahalazim
Ampunilah aku dalam setiap kejahilan dan kelekaanku
Hanya pada Engkau aku bergantung dan mengharap segala-galanya


Air mata membasahi pipi
Adakah ini air mata keinsafan?
Ini adalah air mata kehinaan yang melanda diri ini
Diri ini sedih dengan apa yg telah hamba-Mu ini lakukan
Aku ingin meminta sesuatu dari-Mu
Tapi aku sungguh malu pada-Mu ya Allah
Aku teringat perjuangan Hassan Al-Banna
Aku sangat mengagumi perjuangan beliau
Aku mengagumi perjuangan Syed Qutub


Tapi ya Allah, aku malu, ya Allah untuk menyatakannya
Masih layakkah diri ini menyebut nama Hassan Al-Banna? Nama Syed Qutub?
Masih tersisakah pejuang sepertinya untuk diri ini?
Malunya aku ya Allah dengan permintaan ini
Aku tidak layak memikirkan tentangnya
Wanita seperti manakah yang Kau pilihkan untuk mereka?
Wanita yang bagaimanakah yang telah Kau pilih untuk melahirkan mereka?
Semestinya seperti Zainab Al-Ghazali dan mereka yang seangkatan dengan beliau
Aku ingin sekiranya boleh mendampingi orang-orang sekaliber mereka
Seorang yang hidupnya semata-mata untuk Allah
Mereka tak tergoda rayuan harta dan benda apalagi wanita
Aku ingin sekiranya boleh menjadi mujahid seperti Hassan Al-Banna


Masih tersisakah mujahid seperti Al-Banna untukku, ya Allah?
Layakkah diri ini?
Aku sungguh malu menyatakannya, ya Allah
Sungguh hina diri ini, sungguh kotor diri ini
Sungguh lemah diri ini untuk mujahid seperti mereka
Air mata ini jika dialirkan hingga titisan terakhir,
namun ia masih tidak mencukupi untuk menyatakan rasa bersalah dengan dosa-dosa diri ini yang menggunung tinggi
Ya Allah, Pimpinlah daku Janganlah Kau tinggalkan aku walau sesaat cuma
Aku tidak sanggup dibiarkan dlm lumpur dosa-dosa hina Ampunilah aku, ya Allah


Astagfirullahalazim Astagfirullahalazim Astagfirullahalazim

|
This entry was posted on 11:43 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Related Posts with Thumbnails